Logo SantriDigital

Isra miraj

Khutbah Jumat
M
Moch.Shofiyulloh Mahsus
5 Mei 2026 4 menit baca 3 views

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ...

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Saudara-saudariku yang dimuliakan Allah, Kita semua tahu, sebentar lagi umat Islam akan merayakan momen istimewa, yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebuah perjalanan luar biasa yang seringkali kita dengar, bahkan mungkin sampai tertidur saking seringnya. *Hehe*, jangan sampai semangat kita kalah sama kantuk ya! Coba bayangkan, Nabi kita diangkut pakai kendaraan super canggih, namanya Buraq. Kalau zaman sekarang kan ada pesawat jet, helikopter, mobil sport. Nah, Buraq ini mungkin lebih keren lagi, jangan-jangan ada AC-nya, ada musiknya, *plus* bisa ngobrol juga sama Nabi. *Siapa tahu kan?* Subhanallah! Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Perjalanan Isra’ Mi’raj ini bukan sekadar jalan-jalan keliling alam semesta, *lho*. Ini adalah pembuktian kebesaran Allah SWT yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah yang menciptakan kita semua, yang memberikan napas setiap pagi, yang mengatur siang dan malam, bahkan yang mengganti *password* kehidupan kita kalau kita lupa. *Eh, jangan disamain ya!* Ini lebih agung lagi. Allah membawa kekasih-Nya, penghulu para nabi, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu diangkat menembus langit ketujuh, bahkan sampai ke Sidratul Muntaha yang tak terjangkau oleh malaikat sekalipun. Allah berfirman dalam surah Al-Isra’ ayat 1: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ *“Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”* Bayangkan, sebuah perjalanan yang secara logika manusia itu mustahil, tapi bagi Allah, *waah*, itu seperti kita jalan-jalan ke warung sebelah. Mudah sekali bagi-Nya. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Dalam perjalanan Mi’raj ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dipertemukan langsung dengan Allah SWT, bahkan diberikan hadiah terindah: perintah salat lima waktu. Ini bukan sekadar hadiah, ini adalah *upgrade* keimanan kita, *software* spiritual kita agar tidak *lemot*. Salat itu jembatan kita untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta. Kalau kita lagi punya masalah, galau, bingung mau curhat ke siapa, ingatlah, Allah selalu siap mendengarkan. Bahkan sebelum kita sempat ngomong, Allah sudah tahu kok. Makanya, kadang kita bingung, kok ya pas lagi salat, *eh* tiba-tiba dapat ide cemerlang. Itu mungkin Allah lagi kasih *update* ke Bapak/Ibu. *Hehe*. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim: «الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّينِ، فَمَنْ أَقَامَهَا فَقَدْ أَقَامَ الدِّينَ، وَمَنْ هَدَمَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّينَ» *“Salat adalah tiang agama. Barangsiapa mendirikannya, maka ia menegakkan agama. Barangsiapa merobohkannya, maka ia merobohkan agama.”* Jadi, jangan pernah remehkan salat. Salat itu keren, salat itu ‘otentik’ komunikasi kita dengan Allah. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan kita banyak hal. Salah satunya adalah tentang luar biasanya rahmat dan kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Awalnya, salat diwajibkan 50 kali sehari! *Waduh*, bisa-bisa kita ini jadi robot salat, nggak sempat ngapa-ngapain lagi. Tapi berkat keahlian lobi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Allah, dikurangi jadi lima kali sehari. Lima kali sehari, tapi pahalanya seperti 50 kali! *Nah*, ini baru namanya diskon besar-besaran dari Allah. Siapa yang tidak mau coba? Ini seperti di toko *online*, ada promo *flash sale* khusus untuk kita, umat Muhammad. Jangan sampai kesempatan emas ini kita lewatkan begitu saja. Ingatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim: «خَمْسُ صَلَوَاتٍ افْتَرَضَهَا اللهُ عَلَى الْعِبَادِ، فَمَنْ أَتَاهُنَّ لَمْ يُضَيِّعْهُنَّ اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ، كَانَ لَهُ عَهْدٌ عِنْدَ اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يُتِهمْ، كَانَ عَهْدًا عِنْدَ اللهِ إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ» *“Lima salat yang difardukan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Barangsiapa yang mengerjakannya dan tidak menyia-nyiakannya karena meremehkan haknya, maka ia memiliki janji di sisi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga. Dan barangsiapa yang tidak mengerjakannya, maka ia memiliki janji di sisi Allah, jika Dia menghendaki akan mengadzabnya, dan jika Dia menghendaki akan memasukkannya ke dalam surga.”* Rugi banget kalau kita menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Salat itu bukan beban, tapi anugerah. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Jadi, saat kita mendengar kisah Isra’ Mi’raj, jangan hanya terdiam termenung seperti patung. Tapi mari kita jadikan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, terutama dalam urusan salat kita. Jangan sampai salat kita cuma 'numani' (menggugurkan kewajiban) saja. Marilah kita usahakan salat kita itu lebih khusyuk, lebih menghadirkan hati, lebih menyadari bahwa kita sedang berbicara dengan Allah. Kalau kita benar-benar merasakan keagungan Allah, mungkin tanpa sadar air mata akan menetes. Bukan air mata kesedihan karena banyak dosa, tapi air mata kerinduan dan cinta kepada Allah. Marilah kita jadikan momen Isra’ Mi’raj ini untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat iman, dan semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kelak di hari kiamat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →